1. Haji Ifrad

 

Yaitu melaksanakan secara terpisah antara haji dan umrah, dimana masing-masing dikerjakan tersendiri, dalam waktu berbeda tetapi tetap dilakukan dalam satu musim haji. Pelaksanaan ibadah Haji dilakukan terlebih dahulu baru kemudian selanjutnya melakukan Umrah.

Ada 4 cara mengerjakan haji ifradh:
1. Melaksanakan haji terlebih dahulu, kemudian diteruskan dengan melaksanakan umrah. Dengan demikian, otomatis umrah yang dilakukan sudah di luar miqat zamani haji (1 Syawal s.d. 10 Dzulhijjah)
2. Melaksanakan haji saja, tanpa melaksankan umrah
3. Melaksanakan umrah kapan saja, di luar miqat zamani haji (1 Syawal s.d. 10 Dzulhijaah), kemudian berihram untuk haji pada miqat zamani haji (batas waktu haji).
4. Melaksanakan umrah pada saat miqat zamani haji, lalu pulang ke tanah air dan berangkat lagi ke tanah suci untuk melaksanakan haji.

 

Dibatas miqot sebelum memasuki Mekah jemaah haji harus sudah memakai pakaian ihram serta niat untuk melaksanakan “Ibadah Haji” kemudian sesampainya di Mekkah disunnahkan melakukan thawaf kudum, Jama’ah harus tetap menjaga ihramnya sampai selesai melaksanakan hajinya, kemudian melakukan ihram umroh dengan mengambil mikot disekitar Mekkah seperti ke Tan’im atau Ji’ronah. Haji Ifrad tidak dikenakan Dam atau denda.

 

Kelebihan Haji Ifradh
Tidak perlu membayar dam (denda)

Konsekuensi Haji Ifradh
Jamaah yang datang 20 hari sebelum wukuf, dengan melaksanakan haji ifradh dia terus memakai pakaian ihramnya sejak hari pertama hingga tanggal 10 Dzulhijjah (21 hari). Tapi bagi sebagian orang, ini justeru menjadi kelebihan haji ifradh karena dia akan lebih “berjaga diri” selama 21 hari itu.

 

2. Haji Qiron

 

Yaitu melaksanakan Ibadah  Haji dan Umrah secara bersamaan, dimana prosesi thawaf, Sa’i dan tahallul untuk Haji dan Umrah dilakukan satu kali atau sekaligus. Karena kemudahan itulah Jama’ah dikenakan “Dam” atau denda, yaitu menyembelih seekor kambing atau bila tidak mampu dapat berpuasa 10 hari: 3 hari ketika di tanah suci dan 7 hari ketika sampai di tanah air. Bagi yang melaksanakan Haji Qiran disunnatkan melakukan thawaf Qudum saat baru tiba di Mekah.

 

Jika waktu anda sangat terbatas, maka haji qiran adalah pilihan yang tepat untuk anda. Anda hanya butuh 4 hari saja untuk melaksanakan haji qiran, yaitu tanggal 9 – 12 Dzulhijjah. Sebagaimana haji tamattu, haji qiran juga mewajibkan anda membayar dam.

 

Orang-orang yang cenderung memilih haji qiran adalah:
– Para pejabat penting yang hanya memiliki waktu sebentar
– Para pekerja yang singgah sebentar menjelang wukuf di Arafah

 

Bagi jamaah calon haji yang memiliki waktu lebih dari 4 hari sebaiknya mengambil pelaksanaan haji tamattu atau ifradh.

 

Pelaksanaan Haji Qiran
– Mandi dan berwudhu
– Mengenakan pakaian ihram
– Shalat sunnah ihram 2 rakaat

 

Ihram untuk haji dan umrah
“Nawaitul hajja wal umrata wa ahromtu bihaa lillaahi ta’aala”
Aku berniat haji dan umrah dengan berihram, karena Allah ta’ala.
Atau membaca: “Labaikallahumma hajja wa umrata”
Aku penuhi panggilanMu ya Allah untuk berhaji dan berumrah

 

Tiba di Mekah
– Thawaf qudum (sunnah), dan bukan merupakan thawaf haji
– Boleh dilanjutkan dengan sa’i atau tidak dengan sa’i
– Jika dikerjakan dengan sa’i maka sa’inya sudah termasuk sa’i haji sehingga saat thawaf ifadhah (thawaf haji) tidak perlu lagi melakukan sa’i

 

Berangkat ke Arafah
Urutan kegiatan dan doa pada haji qiran sejak dari wukuf di Arafah sama dengan urutan ibadah haji Tamattu. Sebelum meninggalkan Mekah agar melaksanakan thawaf wada.

 

Haji qiran pelaksanaannya paling simpel. Lantas apakah haji qiran adalah jenis haji yang kualitasnya paling rendah? Tentu saja tidak. Peringkat haji yang tertinggi adalah haji mabrur, dan ini dapat ditempuh oleh orang yang berhaji tamattu, ifradh atau qiran. Adapun pilihan jenis haji tergantung kondisi dan situasi anda.

 

3. Haji Tamattu

 

Tamattu’ artinya bersenang-senang, maksudnya adalah bersenang-senang dengan tidak menjaga larangan-larangan ihram diantara waktu setelah umroh sampai waktu haji tiba. Karena haji tamattu itu melaksanakan Ibadah Umrah terlebih dahulu kemudian tahallul,   melepaskan pakaian ihramnya, bebas untuk tidak menjaga larangan ihrom sampai tiba waktu haji tgl 8 Dzulhijjah dan mulai berihram lagi untuk haji.

 

Tehnik pelaksananya: jama’ah melaksanakan Ibadah Umrah terlebih dahulu; Ihram, thawaf, Sa’i kemudian jama’ah langsung tahallul, melepas ihramnya memakai pakaian biasa, boleh melakukan larangan-larangan ihrom. Selanjutnya jama’ah menunggu tanggal 8 Dzulhijah untuk memakai pakaian Ihram kembali untuk melaksanakan Ibadah Haji.

 

Karena kemudahan itulah Jama’ah dikenakan “Dam” atau denda, dengan menyembelih seekor kambing atau bila tidak mampu dapat berpuasa 10 hari: 3 hari di Tanah Suci, 7 hari di Tanah Air.

 

Konsekwensi Haji Tamattu
Orang yang melaksanakan haji tamattu memiliki konsekwuensi membayar dam (denda) dengan menyembelih satu ekor kambing.

Kelebihan Haji Tamattu
– Lebih mudah dan murah dibanding haji ifradh no. 3 dan 4
– Masa ihramnya (memakai pakaian ihram) lebih sebentar.
Jamaah yang datang 20 hari sebelum wukuf, dengan melaksanakan haji tamattu dia dapat melepas pakaian ihramnya di hari pertama setelah melakukan umrah. Kemudian memakai pakaian ihram lagi pada tanggal 8 Dzulhijjah ketika dia berihram untuk haji. Sehingga total pemakaian baju ihramnya hanya 4 hari.
Selama berihram (memakai pakaian ihram), ada banyak larangan yang harus dihindari. Sehingga dengan masa ihram yang hanya sebentar (4 hari), kemungkinan melakukan pelanggaran terhadap larangan haji lebih dapat diminimalisir.

 

 

DMCA.com Protection Status I'm

 

Logo Alhijaz Indowisata





Biaya Umroh Alhijaz Indowisata



ASK ME UMROH ALHIJAZ...
kemenag 5 pasti umroh

travel umroh alhijaz

kontak anto farida alhijaz