Article

Miqat Jamaah Haji Umroh Indonesia

Miqat Jamaah Haji Umroh Indonesia thumbnail
 

Miqot Makani | Miqot Zamani

 

Pengertian Miqat

Miqat adalah bentuk tunggal dari mawaqit, artinya ketetapan waktu. Artinya, tempat di mana seseorang harus mengerjakan sesuatu, atau waktu tertentu dan tempat tertentu. Miqat secara harfiah berarti batas yaitu garis demarkasi atau garis batas antara boleh atau tidak,atau perintah mulai atau berhenti, yaitu kapan mulai melapazkan niat dan maksud melintasi batas antara Tanah Biasa dengan Tanah Suci. Sewaktu memasuki Tanah Suci itulah semua jama’ah harus berpakaian Ihram dan mengetuk pintu perbatasan yang dijaga oleh penghuni – penghuni surga.

Ketuk pintu atau salam itulah yang harus diucapkan talbiyah dan keadaan berpakaian Ihram. Sewaktu memasuki Tanah Suci itulah semua jama’ah harus berpakaian dan mulai mengucapkan talbiyah. Miqat yang dimulai dengan pemakaian pakaian ihram harus dilakukan sebelum melintasi batas – batas yang dimaksud.

Miqat Zamani & Miqat Makani

Dalam pelaksanaan ibadah haji atau umroh, ada istilah miqat yang terdiri dari:

1. Miqat Zamani (waktu)

Miqat Zamani adalah waktu sahnya pekerjaan haji, yaitu tanggal 1 Syawwal sampai terbit fajar di Hari Raya Haji (Idul Adha, tanggal 10 Dzulhijjah), dan ihram wajib dilaksanakan dalam masa tersebut sebagaimana firman Allah dalam Surat Al-Baqarah ayat 189-197. Ayat pertama menjelaskan kedudukan bulan sabit sebagai tanda waktu bagi manusia dan Miqat bagi jama’ah haji. Ayat kedua menegaskan, bahwa yang dimaksud dengan Bulan – Bulan Haji atau waktu haji adalah beberapa bulan tertentu.

Para Ulama sepakat bahwa bulan yang dimaksud adalah bulan Syawal, Zulkaidah dan Zulhijah. Yaitu mulai dari tanggal 1 syawal s/d 10 Zulhijah. yang jumlah keseluruhannya adalah 69 hari. akan tetapi untuk bulan Zulhijah masih ada perbedaan pendapat apakah seluruh atau sebagian saja.

2. Miqat Makani (tempat)

Sementara Miqat Makani adalah tempat memulai ihram bagi orang-orang yang hendak mengerjakan haji atau umrah. Terdapat lima macam Miqat Makani yang telah ditentukan oleh Rasulullah SAW, yaitu:
1. Miqat untuk penduduk Madinah, yaitu Dzul Hulaifah. Sekarang dikenal dengan nama Abyar Ali.
2. Miqat untuk penduduk Suriah dan Iran, yaitu Juhfah. Sebuah tempat terpencil di dekat Rabigh. Mereka yang mengenakan ihram di Rabigh mencari tempat yang paling dekat dengan Juhfah.
3. Miqat untuk penduduk Najd adalah Qarnul Manazil. Sekarang dikenal sebagai Al-Sail.
4. Miqat untuk penduduk Yaman adalah Yalamlam.
5. Miqat untuk penduduk Irak adalah Dzat Irq.

 

 

Miqot Jamaah Haji Indonesia Gelombang 1

Bagi jemaah haji Gelombang Pertama yang ke Madinah dahulu sebelum ke Makkah, miqat makani mereka sudah tentu Dzulhulaifah, tempat miqat Rasulullah s.a.w. ketika beliau menunaikan haji. Nama Dzulhulaifah tidak dipakai lagi, sebab tempat itu kini bernama Bi’r (Abyar) Ali, sebagaimana nama Sunda Kalapa dan Batavia (Betawi) sekarang berubah menjadi Jakarta. Para jemaah haji mandi, memakai wangi-wangian, dan mengenakan pakaian ihram pada pondokan masing-masing di Madinah. Kendaraan akan mampir di Bi’r Ali (Dzulhulaifah) kira-kira setengah jam, agar jemaah haji menunaikan shalat sunnah ihram. Di Bi’r Ali, ketika kendaraan mulai bergerak ke arah Makkah, jemaah haji memulai umrah dengan mengucapkan “Labbaik Allahumma `Umrah.”

 

Miqot Jamaah Haji Indonesia Gelombang 2

Bagi jemaah haji Gelombang Kedua yang langsung ke Makkah, miqat makani mereka yang paling ideal sampai saat ini adalah Bandar Udara Raja Abdul Aziz, yang populer dengan singkatan KAA Airport (King Abdul Aziz Airport). Di bandara megah ini tersedia hamparan karpet tempat istirahat yang luas, fasilitas mandi dengan air yang berlimpah, serta para petugas orang Indonesia yang siap membantu, sehingga para jemaah haji dengan leluasa mandi, memakai wangi-wangian, mengenakan pakaian ihram, dan menunaikan shalat sunnah ihram. Kenyataannya, sebagian besar jemaah haji dari berbagai negara mulai berihram di KAA Airport. Sedikit sekali jemaah yang turun dari pesawat udara dalam keadaan berihram. Di KAA Airport, ketika kendaraan mulai bergerak ke arah Makkah yang hanya satu jam perjalanan, jemaah haji memulai umrah dengan mengucapkan “Labbaik Allahumma `Umrah.”

 

Kementrian Agama RI. Berpendapat bahwa Bandara Jeddah Bisa dijadikan Miqot bagi jama’ah haji Indonesia hal ini berdasarkan:
1.    Keputusan komisi  fatwa MUI    tahun 1980 yang dikukuhkan tahun 1981
2.Pendapat Ibnu Hajar pengarang Kitab “Tuhfah” memfatwakan bahwa Jama’ah Haji yang datang dari arah Yaman boleh memulai ihram setelah tiba di Jeddah karena jarak Jeddah-Mekah sama dengan jarak Yalamlam-Mekah. An-Naswyili Mufti Mekah dan lain-lain sepakat dengan Ibnu Hajar.[6]
3.   Mazhab Hanafi dan Maliki berpendapat:  bagi  jemaah haji yang melewati dua miqat dapat memulai ihramnya dari miqat yang kedua tanpa membayar dam[7]. Dan kenyataannya jemaah haji Indonesia melalui  dua miqat / dua garis miqat  Yalamlam dan Jeddah .
4.    Fatwa Mahkamah Syar’iyah  negara Qatar tentang Jeddah  sebagai miqat
5.  Keputusan PBNU tahun 1994, Jeddah sebagai miqat dengan alasan bahwa pesawat haji indonesia tidak menuju  ke Mekah tetapi membelok  ke kiri dan ke kanan menuju Bandara KAIA Jeddah.
6.Kemaslahatan jama’ah Indonesia untuk menghindari masyaqqoh/kesulitan.

 

Untuk calon jamaah haji yang ingin mengambil miqat di pesawat, cara persiapanya berikut:
Sebelum calon jamaah haji diberangkatkan dari tanah air, terlebih dahulu mandi keramas di Pemondokan Haji, dan sudah mengenakan pakaian ihram komplit. Khususnya bagi jamaah laki-laki mengenakan 2 lembar pakaian ihram. Atau bisa juga bagian bawah sudah mengenakan pakaian ihram, sedangkan bagian atas masih tetap menggunakan pakaian biasa dengan jaket abu-abunya. Namun di sini masih BELUM  menetapkan NIAT Ihram.
Di dalam pesawat, oleh karena perjalanan yang di tempuh sekitar 8 sampai 10 jam, maka kurang dari 1 jam pendaratan di situlah kita mulai menetapkan niat ihram. Sejak saat ini kita sudah mengenakan pakaian ihram lengkap dan sudah mengikuti semua larangan-larangan yang harus dijalankan. Terus menerus berTalbiyah dengan suara pelan (kan masih di dalam pesawat). Talbiyah ini terus dilakukan sampai jamaah melakukan thawaf qudum di Kabah.

 

Terakhir, semua kembali pada calon jamaah masing-masing bagaimana menyikapi perbedaan pandangan tentang miqat gelombang II. Namun ada baiknya sebelum memutuskan, calon jamaah mengetahui alasan-alasan dan dasar penentuan miqat. Pemaahanan dan manasik haji yang baik dan benar, Insya Allah akan memberikan kenyamanan kita dalam menjalankan semua sunah, rukun dan kewajiban haji. Dengan niat yang tulus semata mencari ridha Allah dan dengan pengetahuan manasik yang baik, semoga mengantarkan calon jamaah haji menjadi haji yang Mabrur. Amiin

 

FAQ
  • Apakah jamaah haji pria/wanita yang sedang berihram boleh melepas pakaian ihramnya?
    Boleh melepas pakaian ihram di tempat tertutup, seperti untuk mandi, berhajat atau menggantinya karena kotor. Apabila membuka pakaian ihram di tempat terbuka hukumnya haram, tetapi tidak kena dam.

 

  • Bolehkah berihram haji/umrah sebelum sampai miqat?
    Boleh berihram haji/umrah sebelum sampai miqat.

 

  • Bagaimana hukumnya jika jamaah haji melewati miqat makani tanpa berihram umrah atau haji ?
    Apabila jamaah haji melewati miqat makani tanpa ihram umrah atau haji, wajib membayar dam isa’ah (dam kesalahan) atau mengambil cara lain, yaitu: Kembali lagi ke miqat yang dilewati tadi, sebelum melaksanakan salah satu kegiatan ibadah umrah/haji. Mengambil miqat haji yang terdekat dengan tanah haram.

 

  • Bagaimana hukumnya membuka kain ihram jamaah sakit karena alasan perawatan tanpa membatalkan niat (ihramnya)
    Boleh karena darurat, dan pada saat sudah memungkinkan wajib mengenakan kembali kain ihramnya tanpa dam, dan tidak perlu niat (ihram) lagi, dan apabila tidak memungkinkan memakai kain ihram boleh melaksanakan hajinya tanpa kain ihram, akan tetapi dikenakan dam.

 

  • Bagaimana hukumnya orang yang sudah ihram dari miqat, akan tetapi karena sesuatu hal terpaksa membatalkan ihramnya.
    Wajib membayar dam seekor kambing

 

  • Bacaan apa yang dianjurkan setelah berihram dari miqat ?
    Setelah berihram dianjurkan membaca talbiah.

 

  • Bolehkah membaca talbiyah sejak dari rumah kediaman, di perjalanan dan di Asrama Haji Embarkasi ?
    Boleh, hanya saja tidak disertai niat/ ihram haji/ umrah, pendapat lain mengatakan belum boleh karena talbiyah merupakan bagian dari ihram.

 

  • Manakah yang lebih afdhol (utama) membaca talbiyah, do’a dan dzikir dengan suara keras atau pelan (sir).
    Dengan membaca talbiyah, do’a dan dzikir diutamakan dengan sir (suara tidak nyaring) , membaca talbiyah bagi pria diutamakan dengan bersuara keras/ nyaring (jahr) sedangkan bagi wanita dengan sir.

 

DaftarHajiUmroh

DaftarHajiUmroh

ASK ME INFO UMROH

0822 3375 6981
Pin 7CA 80 A32

====================================================
==> DOWNLOAD Jadwal & Biaya Paket Umroh Alhijaz Indowisata
====================================================

ASK ME PELENGKAPAN HAJI UMROH

DivaMecca.com – Pelengkapan Haji dan Umroh
081 7968 7414
Pin 323 F7 396

More Posts

Share On :
 

Guide

Tentang Kami
Privacy Policy
Hubungi Kami
Disclaimer

Find Us

Twitter
Facebook
Youtube
Google +

About

DaftarHajiUmroh.com adalah situs informasi haji dan umroh. Pembuatan situs bertujuan membantu jamaah indonesia agar mempunyai guide dalam melaksanakan ibadah haji dan umroh.
Informasi Pendaftaran Manasik Biaya Murah Paket Umroh Travel Haji Plus 2014


Powered by @DaftarHajiUmroh.com

DaftarHajiUmroh.com | Biaya dan Jadwal Umroh 2014-2015 >>>Download