Article

Perbedaan Haji dan Umroh Dari Segi Hukum, Waktu dan Pelaksanaan

Perbedaan Haji dan Umroh Dari Segi Hukum, Waktu dan Pelaksanaan thumbnail
 

Perbedaan umrah dengan haji adalah pada waktu dan tempat. Umrah dapat dilaksanakan sewaktu-waktu (setiap hari, setiap bulan, setiap tahun) dan hanya di Mekkah, sedangkan haji hanya dapat dilaksanakan pada beberapa waktu antara tanggal 8 Dzulhijjah hingga 12 Dzulhijjah serta dilaksanakan sampai ke luar kota Mekkah.

 

Perbedaan Haji dan Umroh Dari Segi Hukum

Status “WAJIB” telah menjadi ketetapan hukum haji. Di kalangan ulama’ tidak ada perbedaan dan perselisihan dalam hal wajibnya menuaikan ibadah haji bagi orang yang mampu. Sedangkan mengenai wajibnya umrah (bagi yang mampu melaksanakannya), para ulama berbeda pendapat; sebagian mengatakan wajib, dan sebagian yang lain mengatakan tidak wajib.

 

Perbedaan Haji dan Umroh Dari Segi Waktu

Dari segi waktu, ibadah haji mempunyai waktu-waktu tertentu yaitu bulan-bulan tertentu yang tidak sah niat ihram haji kecuali di dalamnya. Adapun bulan-bulan tersebut yaitu: syawal, dzulqo’dah, dan 10 hari pertama dari bulan dzulhijjah. Sedangkan umrah, maka hari-hari dalam setahun adalah merupakan waktu dibolehkannnya untuk niat ibadah umrah, kecuali waktu-waktu haji bagi orang yang berniat ihram haji saja didalamnya.

 

Perbedaan Haji dan Umroh Dari Segi Pelaksanaan

Adapun dari segi manasik, dalam ibadah haji terdapat wukuf di arafah, mabit di mudzdalifah dan di mina, melempar jumrah. Sedangkan umrah, hal-hal di atas tidak perlu dilakukan. Yang mana umrah hanya terdiri: niat ihram, thowaf dan sai, halq atapun tahallul.

 

Mengetahui Perbedaan antara Haji dan Umrah sangat diperlukan dan harus diperhatikan. Ada beberapa perbedaan hal antara Haji dan Umrah, siantaranya sebagai berikut :

  • Umrah tidak mempunyai waktu tertentu dan tidak bisa ketinggalan waktu.
  • Dalam umrah tidak ada kegiatan melontar jumrah.
  • Tidak ada jamak antara dua shalat seperti dalam pelaksanaan haji. Demikian menurut Ulama Hanafiyah, Malikiyah, dan Hanabilah. Sedangkan ulama Syafi’iyah berpendapat dibolehkan jamak dan qashar. Menurut mereka, haji dan umrah bukanlah sebab bagi bolehnya jamak antara dua shalat, melainkan sebabnya adalah karena safar (perjalanan).
  • Tidak ada thawaf qudum dan tidak ada pula khutbah.
  • Miqat umrah untuk semua orang adalah Tanah Halal. Sedangkan dalam ibadah haji, miqat bagi orang Makkah adalah Tanah Haram.
  • Menurut ulama Malikiyah dan Hanafiyah, hukum umrah adalah sunah muakkad sedangkan haji hukumnya adalah fardhu. Menurut ulama Hanafiyah, pada ibadah umrah tidak ada Thawaf Wada sebagaimana dalam haji. Membatalkan umrah dan melakukan thawaf dalam keadaan junub tidak diwajibkan membayar denda seekor unta yang digemukkan (al-badanah) sebagaimana diwajibkan dalam ibadah haji.

 

Demikian Ulasan mengenai perbedaan Haji dan Umrah. memang terdapat beberapa Ikhtilaf Ulama, namun itu adalah berkahnya ikhtilaf. smoga sedikit penjelasan Haji Umrah ini bermanfaat.

sumber: jurnalhaji.com

 

 

Share On :
 

Guide

Tentang Kami
Privacy Policy
Hubungi Kami
Disclaimer

Find Us

Twitter
Facebook
Youtube
Google +

About

DaftarHajiUmroh.com adalah situs informasi haji dan umroh. Pembuatan situs bertujuan membantu jamaah indonesia agar mempunyai guide dalam melaksanakan ibadah haji dan umroh.
Informasi Pendaftaran Manasik Biaya Murah Paket Umroh Travel Haji Plus 2014


Powered by @DaftarHajiUmroh.com

Travel Haji Plus | Travel Umroh | Pendaftaran Umroh | Biaya Haji 2014 | Paket Umroh Murah 2014 | Biaya Umroh 2014 | Informasi Haji | Manasik Haji