Strategi Manajemen Umrah dalam Peningkatan Pelayanan kepada Jamaah

Last Updated on Oktober 29, 2020 by Anto

Maraknya bisnis travel umrah tentu tak terlepas dari banyaknya jumlah penduduk Indonesia yang menganut agama Islam. Dengan target pasar sebesar itu, potensi keuntungan yang bisa didapat juga besar dan bisa menjadi komoditi yang menjanjikan.

Travel umrah akan mampu bersaing ketika jamaah yang diberangkatkan mendapat kemudahan dan kelancaran proses perjalanan umrah. Untuk mewujudkan kesuksesan tersebut, perlu adanya strategi manajemen umrah yang berfungsi meningkatkan pelayanan kepada jamaah.

Strategi Peningkatan Pelayanan Jamaah Umrah

Kemudahan proses perjalanan umrah harus didukung dengan strategi manajemen yang bagus dengan memerhatikan kenyamanan jamaah. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut.

1. Ustadz Pendamping

Pada setiap biro umrah, akan menjalin kerja sama dengan seorang ustadz pendamping yang akan mendampingi jamaah dalam melakukan ibadah umrah. Oleh karena itu, perlu memilih ustadz yang berpengalaman dan memiliki kemampuan komunikasi yang baik selama memandu proses ibadah.

2. Makanan

Selama menunaikan ibadah umrah, para jamaah tentu membutuhkan asupan makanan yang baik dan tepat, sehingga staminanya tetap terjaga selama menjalankan ibadah tersebut.

Biasanya pihak travel akan menyediakan berbagai menu makanan ala Indonesia dengan berkerja sama dengan catering Indonesia yang ada di sana. Hal ini beralasan karena belum tentu makanan khas Timur Tengah di sana cocok untuk jamaah, sehingga perlu ada makanan Indonesia sebagai alternatif lain.

3. Biaya yang Kompetitif

Dalam bisnis, persaingan harga selalu menjadi hal yang wajib dipertimbangkan secara khusus. Tawaran harga yang terlalu mahal untuk paket perjalanan bisa membuat travel jadi sepi. Sebaliknya, tawaran yang terlalu murah akan membuat travel berpotensi rugi.

Oleh sebab itu, biaya umrah harus diterapkan dengan tarif yang masuk akal dan bersaing. Idealnya, penawaran harga mesti menarik dan pastinya sesuai dengan pelayanan yang diberikan mulai dari awal hingga akhir perjalanan. Pada akhirnya, setiap perjalanan paket umrah akan menawarkan harga yang beragam.

4. Kelengkapan Persyaratan

Semua legalitas dan perizinan dalam mendirikan bisnis travel umrah harus sudah terselesaikan sebelumnya. Jika sudah mengurus dan memiliki legalitas yang diperlukan, maka di kemudian hari travel tidak akan bermasalah tentang pelanggaran izin dan permasalahan lain yang terkait dengan legalitas perusahaan.

Selain itu, travel umrah harus mengurus hal-hal yang berkaitan dengan keberangkatan jamaah, misalnya seperti visa. Pihak travel juga perlu menjalin kerja sama yang baik dengan pihak penginapan maupun catering yang ada di sana.

5. Transportasi

Selama perjalanan umrah, keselamatan dan kenyamanan jamaah adalah hal yang utama. Mulai dari awal keberangkatan, perjalanan saat di Arab, hingga kembalinya ke Indonesia. Perlu dipastikan untuk memilih armada yang nyaman agar dapat mendukung jamaah beribadah umrah dengan khusyuk.

6. Pemasaran

Untuk menjaring lebih banyak jamaah lagi ke depannya, perlu diterapkan strategi pemasaran atau promosi dengan memanfaatkan berbagai platform. Mulai dari cara konvensional misalnya lewat agen di tiap biro, via media sosial, hingga membangun website resmi.

Sebuah website nantinya bisa berguna untuk membantu masyarakat untuk terhubung dengan travel secara lebih mudah. Website travel umrah diisi dengan informasi yang detail terkait penawaran perjalanan umrah, termasuk jadwal pemberangkatan hingga rincian biaya yang ditetapkan.

Agar travel lebih terkesan profesional dan terpercaya, website atau media sosial perlu diisi dengan testimoni dari jamaah yang telah menggunakan jasa travel umrah tersebut.

7. Administrasi Keuangan

Mengelola sistem administrasi keuangan harus diawali dengan sistem yang benar. Pengelolaan keuangan perlu menerapkan sistem administrasi yang mudah dan efisien dengan bantuan sistem informasi digital.

Sistem informasi yang dipunya harus menyediakan berbagai fitur yang mempermudah jalannya travel umrah. Fitur utamanya seperti pencatatan transaksi, manajemen SDM, manajemen inventori, hingga fitur laporan keuangan.

Dengan menggunakan sistem digital yang penghitungannya dapat lebih otomatis, maka akan meminimalisir terjadinya human error dan akan mengefisiensi waktu kerja.

Manajemen Persediaan Barang Keperluan Umrah

Bisnis travel umrah umumnya berfokus pada produk utamanya yakni paket umrah. Hal yang dijual adalah jasa pelayanan umrah selama di tanah suci. Selain hal itu, persediaan barang keperluan umrah yang akan diberikan kepada calon jamaah juga menjadi komponen penting yang harus dipenuhi.

Barang keperluan umrah bagi jamaah biasanya terdiri dari koper, tas, kain ihram, mukena, seragam umrah, ID Card, buku panduan, dan sebagainya. Semua barang tersebut harus didapatkan jamaah sebelum berangkat umrah.

Apabila salah satu barang stoknya habis, maka dapat menimbulkan masalah dalam pengelolaan travel. Jika kehabisan stok ini terjadi terus-menerus, maka lambat laun kepercayaan jamaah akan menurun karena pelayanan yang kurang baik.

Pantau Persediaan Barang

Untuk menghindari kekecewaan jamaah, pihak travel harus rajin mengelola persediaan dengan baik. Semestinya harus mengetahui jumlah stok yang ada melalui pencatatan inventori yang rapi dan sistem yang mampu mengakomodir hal tersebut.

Jika mengabaikan pengelolaan inventori ini, travel akan kesulitan mengecek barang yang ada, mana yang perlu di-restock dan mana yang tidak. Apalagi pemesanan barang, misalnya buku panduan tentu memerlukan waktu untuk proses produksi cetaknya.

Gunakan Sistem dengan Fitur Manajemen Inventori

Untuk mengelola persediaan secara lebih rapi dan sistematis, diperlukan sistem aplikasi khusus travek umrah yang lengkap dan terintegrasi. Tidak disarankan mencatat persediaan secara manual di buku atau Microsoft Excel.

Sistem informasi yang dibutuhkan adalah yang menyediakan fitur manajemen inventori yang bisa memudahkan input data stok barang. Kemudian dari data tersebut mampu menampilkan jumlah stok secara real-time, karena aktivitas transaksi akan diintegrasikan dengan pencatatan inventori.

Jadi, ketika ada barang persediaan keluar dari gudang, bisa langsung tahu berapa jumlah stok sisanya. Hal ini akan menghemat waktu daripada harus mencatat di Excel dan baru diaudit akhir bulan.

Sesuaikan Pemesanan Barang

Melihat data yang ada, sesuaikan pemesanan barang yang harus restock. Untuk mengurangi penumpukan barang di gudang, tidak perlu memesan barang yang stoknya masih banyak. Dengan begitu, gudang akan lebih lega tanpa adanya stok barang yang tidak perlu.

Barang yang sudah menipis persediaannya bisa langsung diadakan restock dengan memerhatikan estimasi / perkiraan kapan barang tersebut dibutuhkan. Jika pemesanan dilakukan terlalu mendadak, dikhawatirkan akan menimbulkan masalah seperti keterlambatan.

Cahflow yang Lebih Lancar

Jika manajemen inventori dilakukan dengan benar, maka cashflow perusahaan bisa lebih lancar. Tidak ada dana tunai yang terpakai untuk memesan barang yang tidak perlu dan berakhir menumpuk begitu saja.

Hal ini berdampak pada kesehatan perusahaan, karena lancarnya cashflow bisa diibaratkan sebagai aliran darah yang menyokong jalannya perusahaan. Sedangkan penumpukan stok berlebih bisa menjadi ‘penyakit’ yang dapat menyumbat aliran cashflow perusahaan.

Itulah ulasan mengenai strategi manajemen umrah dalam peningkatan pelayanan kepada jamaah. Travel umrah harus dikelola dengan manajemen yang baik agar bisa mendapat kepercayaan dari jamaah dan menghasilkan profit bagi perusahaan.

Apakah Artikel Ini Membantu ?

Rate Sekarang Guna Meningkatkan Kualitas Artikel

Average rating 5 / 5. Vote count: 1

No votes so far! Be the first to rate this post.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Contact Us

Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar