Mabit Di Mina | Melempar Jumroh

[heading]MABIT[/heading]

Salah satu tempat bersejarah bagi umat Islam yaitu Mina. Mina adalah sebuah lembah di padang pasir yang terletak sekitar 5 kilometer dari kota Mekkah, Arab Saudi. Mina didatangi oleh jamaah haji pada tanggal 8 Dzulhijah atau sehari sebelum wukuf di Arafah. Jamaah haji tinggal di sini sehari semalam sehingga dapat melakukan shalat Dzuhur, Ashar, Maghrib, Isya dan Subuh. Kemudian setelah sholat Subuh tanggal 9 Dzulhijah, jamaah haji berangkat ke Arafah. Amalan seperti ini dilakukan Rasulullah SAW saat berhaji dan hukumnya sunnah. Artinya tanggal 9 Dzulhijah sebelum ke Arafah, tidak wajib bermalam di Mina.

 

FAQ

  • Bagaimana hukumnya mabit di Mina pada malam tarwiyah?
    Di antara sunnah haji adalah melakukan mabit di Mina saat hari tarwiyah (8 Dzulhijjah), malam 9 Dzulhijjah. Namun pada prakteknya, sunnah haji ini ditinggalkan oleh jama’ah haji Indonesia. Sedikit sekali yang melakukannya. Berbagai alasan kenapa sampai mabit ini ditinggalkan. Di antaranya karena pertimbangan biaya tenda dan makan. Juga karena ingin mengejar keberadaan di Arafah yang merupakan rukun utama ibadah haji. . Soalnya jika terlalu mepet dengan hari H, biasa terjebak macet.

 

  • Apa hukum mabit di Mina?
    Imam Malik, Ibnu Hambal dan Imam Syafi’i berpendapat wajib. Imam Abu Hanifah dan pendapat Imam Syafi’i yang lain (qaul jadid) sunat.

 

  • Kapan dan berapa lama mabit di Mina?
    Mabit di Mina dilaksanakan pada hari-hari tasyriq, yaitu tanggal 11, 12 dan 13 Zulhijjah. Bagi yang mengambil nafar awal di Mina pada 11 dan 12 Zulhijjah dan yang mengambil nafar tsani, mabit di Mina pada tanggal 11, 12 dan 13 Zulhijjah.

 

  • Apakah mabit di Mina harus dimulai sejak waktu maghrib (sebelum matahari terbenam)?
    Tidak harus dimulai dari waktu maghrib, asal bisa berada di Mina melebihi separuh malam (Mu’zamullail).
    Contoh, mulai pukul 20.00 s.d 03.00 atau 21.00 s.d 04.00

 

  • Apakah yang dimaksud nafar awal?
    Yang dimaksud nafar tsani ialah keberangkatan jamaah haji meninggalkan Mina pada tanggal 12 Zulhijjah (bermalam di Mina dua malam).

 

  • Apakah yang dimaksud nafar tsani?
    Yang dimaksud nafar tsani ialah keberangkatan jamaah haji meninggalkan Mina pada tanggal13 Zulhijjah (bermalam di Mina tiga malam).

 

  • Mana yang utama, nafar awal atau nafar tsani?
    Nafar awal maupun nafar tsani sama nilainya.

 

  • Apa yang harus dilakukan apabila tidak mabit di Mina seluruh hari tasyriq?
    Apabila tidak mabit di Mina seluruh hari tasyrik, maka wajib membayar dam (satu ekor kambing). Tetapi apabila tidak mabit di Mina hanya satau atau dua malam, maka harus diganti dengan denda yaitu malam satu mud (3/4 kg beras/makanan pokok), dua malam dua mud (1 ½ kg beras/makanan pokok).

 

[heading]MELEMPAR JUMROH[/heading]

[frame][/frame] [frame][/frame][frame][/frame]

jamarat melempar jumroh

Jamaah haji datang lagi ke Mina setelah selesai melaksanakan Wukuf di Arafah. Jamaah haji ke Mina lagi karena para jamaah haji akan melempar jumroh. Di Mina jamaah haji wajib melaksanakan mabit (bermalam) yaitu tanggal 10,11,12 Dzulhijah bagi jamaah haji yang melaksanakan Nafar Awal atau tanggal 10,11,12,13 dzulhijah bagi jamaah yang melaksanakan Nafar Tsani. Jika tidak bermalam di Mina, harus membayar dam (denda).

Tempat atau lokasi melempar jumroh terdapat di Mina, yaitu Jumrah Aqabah, Jumrah Wusta dan Jumrah Ula. Mina juga merupakan tempat atau lokasi penyembelihan binatang kurban. Di Mina ada mesjid Khaif, merupakan masjid dimana Rasulullah SAW melakukan shalat dan khutbah ketika berada di Mina saat melaksanakan ibadah haji .

 

FAQ

  • Apakah yang dimaksud melontar jamrah?
    Yang dimaksud ialah melontar jamrah Ula, Wusta dan ‘Aqabah dengan bakerikil pada hari nahar dan hari-hari tasyrik.

 

  • Mana yang dimaksud dengan jumrah Ula, Wusta dan Aqabah?

Jamrah Ula (pertama) adalah jamrah yang terdekat dari arah Haratullisan

Jamrah Wusta (tengah) adalah jamrah yang kedua (yang terletak di tengah-tengah antara jamrah Ula dan jamrah Aqabah).

Jamrah Aqabah (qubra) adalah jamrah yang terjauh dari arah Haratullisan

 

  • Kapankah waktu melontar tiga jamrah pada hari-hari tasyrik?

Melontar jamrah aqabah pada hari nahar tanggal 10 Zulhijah adalah sebagai berikut :
Waktu afdol setelah terbit matahari.
Waktu ikhtiar ba’da dzuhur sampai terbenam matahari.
Waktu jawaz setelah lewat tengah malam sampai terbit fajar tanggal 11 Zulhijah.

 

Melontar jamrah pada hari hari tasyriq (tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijah) waktunya :
Waktu afdol, ba’da zawal.
Waktu ikhtiar, sore hari sampai malam
Waktu jawaz, pagi hari (sebelum zawal) sampai dengan terbit fajar hari berikutnya.

 

  • Apakah 7 batu kerikil boleh sekaligus dilontarkan untuk satu jamrah?
    Tidak boleh melontarkan 7 batu kerikil sekaligus untuk satu jamrah. Jika orang melontar 7 batu kerikil sekaligus untuk satu jamrah, maka dihitung hanya satu kali lontaran.

 

  • Apakah melontar ketiga jamrah itu harus tertib dari Ula, Wusta dan ‘Aqabah?
    Harus tertib dari Ula, Wusta dan ‘Aqabah. Apabila tidak tertib, maka harus diulang dari awal.

 

  • Apakah melontar jamrah boleh diwakilkan kepada orang lain?
    Melontar jamrah tidak boleh diwakilkan, kecuali uzur, baik karena sakit atau karena masyakat (kesulitan yang berat).

 

  • Bagaimanakah cara mewakili melontar jamrah?
    Cara mewakili melontar jamrah dilakukan dengan melontar setiap jamrah untuk diri sendiri, kemudian untuk yang diwakili.

 

  • Apakah melontar jamrah boleh diakhirkan (ditunda) lontarannya pada hari berikutnya?
    Boleh, apabila ada alasan-alasan darurat Syar’i, seperti sakit, menjadi petugas, dll.

 

  • Bagaimana cara melontar jamrah yang pelontarannya tertunda?
    Dimulai dari jamrah Ula, Wasta dan ‘Aqabah secara sempurna sebagai lontaran untuk hari pertama. Kemudian mulai lagi dari jamrah Ula, Wasta dan ‘Aqabah untuk hari kedua, dan selanjutnya mulai dari jamrah Ula, Wasta dan ‘Aqabah untuk hari ketiga.

 

  • Bagaimana hukumnya bagi orang yang meninggalkan sebagian lontaran atau seluruhnya?

Bagi orang yang meninggalkan satu lontaran dikenakan satu mud dan bagi yang meninggalkan 2 lontaran dikenakan 2 mud.

Bagi orang yang meninggalkan 3 lontaran atau lebih, dikenakan dam

Meninggalkan semua lontaran hari-hari tasyrik dikenakan dam

 

  • Kapankah melontar jamrah ‘Aqabah apabila terlambat tiba di Mina dari Arafah?
    Setiba di Mina langsung melontar jamrah ‘Aqabah.