Kuota Haji Indonesia 2014
[spacer]
Pemotongan kuota haji 2014 sebanyak 40 persen.  Itu berarti, di antara 194 ribu jamaah reguler yang seharusnya berangkat tahun ini, hampir dipastikan keberangkatan sekitar 63 ribu orang bakal tertunda.
Skema pengurangan 40 persen didapat dari pemotongan resmi oleh pemerintah Arab Saudi sebanyak 20 persen. Selanjutnya, kuota dipotong lagi 20 persen untuk menyediakan kursi bagi jamaah yang gagal berangkat tahun lalu.
[spacer]
Kuota haji Indonesia 2014 adalah 194 ribu jamaah. Nah, kuota tersebut bakal susut, menjadi 130.284 jamaah. Dengan kata lain, terjadi pengurangan 63.716 jamaah. Jumlah itu berasal dari pemotongan 20 persen atau setara dengan 38.800 jamaah, ditambah luncuran jamaah lunas biaya perjalanan ibadah haji (BPIH) 2013 yang tertunda keberangkatannya sebanyak 24.916 orang.
[spacer]

Jamaah haji lunas BPIH 2013 yang berangkat tahun ini akan mendapatkan undangan atau pemberitahuan resmi dari Kemenag. Jika BPIH 2014 lebih tinggi daripada BPIH 2013, jamaah tidak perlu membayar selisihnya. Sebaliknya, jika BPIH 2014 lebih kecil daripada BPIH 2013, calon jamaah haji akan mendapatkan uang kembalian dari selisih itu.
[spacer]
Dengan skema yang sama, pengurangan kursi pada musim haji 2015 bakal semakin menggila. Kuota tetap haji reguler 2015 sebanyak 194 ribu. Jumlah itu bakal susut, menjadi hanya 91.484 orang. Hal itu didapat dari pengurangan 38.800 jamaah (kebijakan pemangkasan Saudi 20 persen) ditambah luncuran calon jamaah haji yang tertunda keberangkataanya tahun ini sebanyak 63.716 orang
[spacer][spacer]

Sejarah Penentuan Kuota Haji
[spacer]
Sesuai dengan hasil keputusan Konferensi Tingkat Tinggi Organisasi Konferensi Islam (KTT-OKI) di Amman, Jordania tahun 1987, jumlah jamaah haji untuk masing-masing negara telah ditetapkan secara seragam yaitu sebesar satu permil dari jumlah penduduk suatu negara. Berdasarkan quota yang diberikan dalam KTT OKI, maka ditetapkan porsi nasional jamaah haji Indonesia, yang selanjutnya dialokasikan ke masing-masing provinsi di seluruh Indonesia berdasarkan quota provinsi, BPIH khusus dan Petugas. Yang dijadikan dasar dalam penetapan porsi adalah fluktuasi jumlah jamaah haji tiga tahun terakhir dari masing-masing provinsi. Keterbatasan quota jamaah haji Indonesia menimbulkan konsekwensi tidak semua peminat haji dapat menunaikan ibadah haji pada tahun yang diinginkan. Oleh karena itu kesempatan pendaftaran menunaikan ibadah haji diutamakan kepada peminat yang sehat jasmani dan rohani serta mampu melunasi BPIH sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
[spacer]

Menurut Direktorat Jenderal Bimas Islam dan Penyelenggaraan Haji Departemen Agama RI, quota atau jamaah haji yang berangkat menunaikan ibadah haji terbagi dalam 3 jenis, yaitu jamaah regular, jamaah khusus (ONH Plus) dan jamaah lain-lain (kloter maupun non-kloter).

[spacer]

Seperti yang kita ketahui bahwa saat ini pemberangkatan jamaah haji dari Indonesia ke tanah suci Mekkah dilakukan melalui 11 embarkasi yang terbagi dalam 3 zona, yaitu :

– Zona I : Banda Aceh, Medan, Batam dan Padang

– Zona II : Jakarta, Solo, Surabaya dan Palembang

– Zona III : Balikpapan, Banjarmasin dan Makassar

[spacer]

Perkembangan jamaah haji menurut provinsi didominasi oleh lima provinsi yang juga memiliki jumlah penduduk besar. Kelima provinsi itu adalah Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah dan DKI Jakarta.