Tata Cara Sa’i : Arti, Syarat, Sunnah, Makruh, dan Doa

DaftarHajiUmroh - Biaya Umroh Paket Travel Jakarta » Tata Cara Sa’i : Arti, Syarat, Sunnah, Makruh, dan Doa

Tata Cara Sa’i : Arti, Syarat, Sunnah, Makruh, dan Doa

 

Arti Sa’i :

adalah berjalan dari Shofa ke Marwah dan sebaliknya sebanyak 7 kali dengan tata vara yang khusus.

 

Syarat Sa’I :

  • Dilaksanakan setelah Thawwaf.
  • Harus terdiri dari 7 kali perjalanan dari Shofa ke Marwah dan sebaliknya.
  • Perjalanan ganjil (ke- 1,3,5,7) di mulai dari Shofa, sedangkan perjalanan genap (ke- 2,4,6) dimulai dari Marwah.
  • Awal Sa’I dimulai dari Shofa dan akhir Sa’I ditamatkan di Marwah.
  • Dilaksanakan di Mas’a (yaitu tempat Sa’I antara Shofa dan Marwah).
  • harus mencakup seluruh ruang melintang antara Shofa dan Marwah, karenanya saat di Shofa maupun Marwah harus menyentuh / meletakkan jari jemari dan telapak kaki di batu  bukit Shofa maupun Marwah.
  • Tujuh Perjalanan Shofa – Marwah harus berkesinambungan.
  • Tujuh perjalanan Shofa – Marwah harus yakin.
  • Barangsiapa ragu terhadap jumlah perjalanan Sa’Inya maka diambil hitungan yang lebih sedikit.

 

Sunnah Sa’I :

  • Suci dari hadats besar dan kecil
  • Bersih dari Najis baik di badan maupun di pakaian.
  • Menutup Aurat.

 

Makruh Sa’I :

  • Berhenti di tengah Sa’I tanpa ‘udzur.
  • Duduk di Shafa atau Marwah saat Sa’i.

 

Doa Sa’i

[document url=”https://www.daftarhajiumroh.com/wp-content/uploads/2013/10/Doa-Sai.pdf”]

[document url=”https://www.daftarhajiumroh.com/wp-content/uploads/2013/10/Doa-Sai.pdf”]

 

FAQ SA’I

Apakah yang dimaksud dengan sa’i itu?
Sa’i ialah berjalan mulai dari bukit Safa ke bukit Marwah dan sebaliknya sebanyak 7 kali yang berakhir di bukit Marwah (perjalanan dari bukit Safa ke bukit Marwah dihitung satu kali).

[spacer]
Apakah jamaah haji yang melakukan sa’i wajib suci dari hadas besar atau kecil?
Jamaah haji yang melakukan sa’i tidak wajib suci dari hadas besar atau kecil, tetapi disunatkan.

[spacer]
Apakah disyaratkan naik ke atas bukit Safa/Marwah waktu sa’i?
Tidak disyaratkan. Jika keadaaan memungkinkan, naik ke atas bukit Safa/Marwah, tetapi jika sulit cukup sampai di kaki bukit saja.

[spacer]
Apakah hukum lari-lari kecil antara dua pilar hijau?
Bagi laki-laki disunatkan lari-lari kecil antara dua pilar hijau. Sedangkan bagi wanita tidak disunatkan.

[frame][/frame]

[spacer]
Apakah mengangkat tangan sambil takbir ketika berada di Safa atau Marwah dianjurkan?
Mengangkat tangan sambil takbir menghadap Ka’bah di waktu sa’i tidak dianjurkan. Yang dianjurkan adalah mengangkat kedua tangan untuk berdo’a sambil menghadap Ka’bah.

[spacer]
Apakah bagi yang bersa’i harus menghentikan sa’inya apabila datang waktu salat wajib yang dilakukan berjamaah?
Bagi yang bersa’i harus menghentikan sa’inya apabila datang waktu salat wajib yang dilakukan berjamaah dan kekurangannya dilanjutkan setelah selesai salat.

[spacer]
Apakah ada sa’i sunat?
Tidak ada sa’i sunat.

[spacer]
Apakah yang harus dikerjakan setelah selesai melakukan sa’i dalam rangkaian umrah?
Bila selesai melakukan sa’i, mencukur atau menggunting rambut (bertahallul).

[spacer]
Bagaimana jika jamaah haji ragu-ragu dalam hitungan tawaf atau sa’i?
Ia harus berpegang pada hitungan yang lebih kecil.

[spacer]
Bagaimana jika jamaah haji memulai sa’inya dari Marwah?
Tidak batal sa’inya, tetapi harus menambah satu perjalanan lagi, sehingga berakhir di Marwah.

 

 

By |2014-12-10T14:36:25+00:00September 28th, 2013|Manasik Umroh Haji|3 Comments

About the Author:

Anto
Daftarhajiumroh.com dibangun sebagai edukasi bagi jamaah Indonesia yang akan berangkat haji dan umroh. Semoga artikelnya bermanfaat buat jamaah.

3 Comments

Leave A Comment