7 Tips Memilih Rekomendasi Travel Umroh Terbaik

Kasus travel umroh tidak memberangkatkan jamaahnya yang booming awal 2018 menjadi perhatian nasional. Tidak hanya  jamaah saja yang menjadi korban , tetapi juga penyedia hotel , penyedia tiket umroh, dan provider visa (sesama travel umroh)  juga mengalami kerugian akibat kerjasama yang tidak baik.

Sejatinya travel umroh adalah melayani jamaah namun dibalik keuntungan ada risiko, perlu kehati-hatian  agar travel umroh tidak melakukan kesalahan dari awal atupun blunder di tengah jalan yang berakibat kepada pihak lain terutama jamaah sebagai tamu Allah

Kasus Biro Umroh Bermasalah

kasus-first-travel

Umroh adalah perjalanan Group Inclusive Tour (GIT)  bukan Free Individual Tour (FIT) baik untuk tiket dan hotelnya. Kadang satu pesawat sudah dibooking oleh 4- 5 travel umroh atau hotel biar kamarnya jamaah agar tidak berjauhan misal ada di lt 1 dan lt 2 , bukan lt 6. Maka biasanya pendaftaran umroh akan dibatasi kuota atau seatnya dalam satu keberangkatan

Baca : Tak Ingin Gagal Berangkat Umroh, Kenali Penyebabnya

Berikut 7 Tips Memilih Travel Umroh

1   Pilih Travel Umroh Memiliki Ijin Resmi PPIU

Pastikan travel umroh resmi memilki legalitas yang jelas lengkap dan masih berlaku. Ijin travel umroh dan haji berlaku 3 tahun, jadi pihak travel berkewajiban untuk memperpanjang ijinnya ke Kementrian Agama jika masa ijinnya sudah habis. Legalitas yang jelas adalah syarat mutlak travel umroh resmi , karena hal itu adalah menyangkut kredibiltas dan tanggung-jawab sebagai penyelenggara terhadap pelayanan para jamaah sejak saat berangkat, saat berada di Tanah suci sampai kembali dengan selamat ke Tanah Air.

Saat artikel ini ditulis, travel umroh berijin sudah berjumlah 1016. Cek travel umroh berijin PPIU  https://simpu.kemenag.go.id/

Pos Pengawasan Terpadu Umrah dan Haji Khusus di Bandara

Karena itu dimulai musim umroh 1440 H setahun yang lalu, Kementrian Agama mulai melakukan pengawasan ke travel umroh menggunakan sistem pelaporan yang  berbeda dari tahun tahun sebelumnya. Saat ini Kemenag memberlakukan Siskopatuh sehingga jamaah yang akan berangkat dari travel umroh akan mendapatkan ID Card Siskopatuh berbarcode dan Kemenag sudah meresmikan Pos Pengawasan Terpadu Umrah dan Haji Khusus di Bandara Soetta

2. Pilih yang Sudah Tergabung dalam Asosiasi Travel Umroh

Berikut Asosiasi travel umroh di Indonesia

Himpuh https://himpuh.or.id/daftar-anggota

Asphurindo 

Amphuri https://www.amphuri.org/members/

Kesthuri http://kesthuri.id/anggota-kesthuri/

Sapuhi https://www.sapuhi.com/ (tidak ada link yang menunjukkan data anggota)

 

3. Mintalah Brosur Harga Paket & Itinerary Perjalanan Ibadah Umroh

Memerhatikan paket umroh dan itinerary merupakan hal mutlak yang harus dilakukan. Hal ini untuk mengukur apa saja yang akan Anda lakukan selama di tanah suci, perlengkapan yang mungkin dibawa, serta sepadan atau tidak biaya umroh yang telah Anda keluarkan.

Di Paket umroh calon jamaah bisa lihat

  • Maskapai apa ? landing jeddah atau madinah? ada transit atau tidak?
  • Hotel tempat menginap bintang berapa ? jarak ke masjid berapa jauh ?

Berikut contoh itinerary umroh

itinerary umroh

4. Terpercaya Memiliki Track Record

Penting kita dalam memilih travel umroh terpercaya dengan  melihat Track Recordnya atau catatan perjalanan perusahaan :

Tahun berapa berdiri : Semakin lama perusahaan tersebut berdiri, berarti perusahaan tersebut telah memiliki pengalaman yang cukup matang sebagai penyelenggara perjalanan umroh

Berapa kali  memberangkatkan Jamaah : Semakin sering / rutin perusahaan tersebut memiliki jadwal pemberangkatan jamaah, berarti perusahaan memiliki kredibilitas dan kerjasama yang baik dengan instansi2 terkait  (Dept. Imigrasi untuk urusan Pasport dan Visa, Dept. Kesehatan untuk urusan vaksin manginitis, Maskapai Penerbangan, Hotel, Catering, Transportasi dll) untuk memback-up jadwal pemberangkatan yang pasti. Semakin banyak jumlah jamaah yang berangkat, berarti tingkat kepercayaan jamaah pada perusahaan tersebut sudah sangat  baik dan semua itu adalah kembali pada kepuasan pelayanan jamaah.

5. Memberikan Fasilitas Terbaiknya

Sebelum Anda memutuskan berangkat dengan suatu  Biro Penyelenggara perjalanan Umroh / Haji Plus, yang harus diperhatikan adalah berbagai failitas apa yang Anda dapatkan , antara lain :

  • Total Biaya / Harga yang pasti (fixed)
  • Biaya lain yang menjadi tanggungan jamaah (Airport Tax, Visa dan Vaksin)
  • Hotel Bintang Berapa dan berapa jarak dari hotel tersebut ketempat ibadah (Masjid Nabawi dan Majidil haram)
  • Pesawat apa yang digunakan ….. (Langsung Jeddah atau Transit terlebih dahulu)
  • Jadwal Manasik sebelum pemberangkatan
  • Perlengkapan Umroh / Haji Plus yang didapat (Travel bag, kain ihrom, mukena, seragam, buku petunjuk manasik, ID Card dll)
  • Jaminan Asuransi Jiwa dan Kecelakaan
  • Kemudahan cara pembayaran / pelunasan
  • Dan lain lain

6. Transfer Dana Biaya Umroh

Segala jenis transaksi pembayaran, hendaknya semua dilakukan dengan sistem transaksi pembayaran melalui jasa perbankan (transfer / debit rekening) atau seandainya Anda melakukan pembayaran secara tunai, hendaknya dilakukan langsung pada kasir perusahaan dengan mendapatkan bukti pembayaran berupa Invoice Pembayaran dengan cap perusahaan.

Transfer dana dilakukan ke rekening atas nama perusahaan, hindari pembayaran ke rekening atas nama pribadi walaupun ”yang bersangkutan” adalah penangung-jawab perusahaan tersebut.

7. Agen Perwakilan

Sesuai dengan perkembangan perusahaan dan tuntutan kebutuhan para jamaah untuk kemudahan dalam hal pendaftaran umroh / haji plus, Perusahaan Travel / Biro Penyelenggara Perjalanan Umroh & Haji plus membuka kesempatan membuka kantor2 perwakilan diberbagai daerah di seluruh Indonesia dengan tujuan untuk meningkatkan pelayanan kepada jamaah.

Yang perlu Anda perhatikan bila pendaftaran melalui Agen Perwakilan , Anda harus memperhatikan antara lain :

  • SK Penunjukan Sebagai Agen Perwakilan Resmi dari kantor Pusat yang masih berlaku
  • Domisili Kantor Perwakilan yang jelas
  • Siapa Penanggung Jawab Kantor Perwakilan tersebut
  • SDM Pengelola Kantor Perwakilan
  • Dan lain lain

Lihat Review Travel Umroh di Google dan Facebook

Review Travel Umroh di Google

review lamahu umroh
review-lamahu-umroh-2

Review Travel Umroh di Facebook

review-lamahu-umroh-facebook

Tanggung Jawab Hukum Biro Perjalanan Umrah Terhadap Jamaah

Biro perjalanan umrah sebagai Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah memiliki tanggung jawab terhadapa jamaah yang menggunakan jasanya. Tentunya hal tersebut harus sesuai dengan regulasi-regulasi yang berlaku.

Dalam Undang-undang Nomor 8 Tahun 2019 Tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah, dinyatakan di Bab VII tentang Penyelenggaraan Ibadah Umrah, Bagian Kelima tentang Perlindungan, Pasal 96 ayat 1 bahwa jamaah umrah mendapatkan pelindungan :

a. warga negara Indonesia di luar negeri;

b. hukum;

c. keamanan; dan

d. jiwa, kecelakaan, dan kesehatan.

Pada Pasal 96 ayat 1 huruf b, yang dimaksud dengan “pelindungan hukum” adalah jaminan kepastian keberangkatan dan kepulangan jamaah umrah, jaminan pengembalian kerugian bagi jamaah umrah yang gagal berangkat dan/atau pulang, serta pelayanan bantuan hukum.

Jaminan Kepastian Keberangkatan dan Kepulangan

Pada UU No.8 Tahun 2019 Pasal 88, ditetapkan bahwa jamaah umrah berhak memeroleh pelayanan dari Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) termasuk di dalamnya adalah kepastian pemberangkatan dan pemulangan sesuai dengan masa berlaku visa umrah di Arab Saudi dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

PPIU wajib memberikan pelayanan dokumen perjalanan kepada jamaah sesuai dengan perjanjian tertulis yang disepakati antara PPIU dan jamaah umrah.

Di Peraturan Menteri Agama No.8 Tahun 2018 juga dijelaskan bahwa pelayanan administrasi dan dokumen meliputi penggurusan dokumen perjalanan umrah dan visa, pengurusan dokumen jamaah sakit, meninggal, dan hilang dan pengurusan dokumen lain yang dianggap perlu.

Mengenai visa, visa umrah hanya berlaku di Makkah, Madinah, dan Jeddah serta hanya berlaku untuk sekali kedatangan. Pemerintah Arab Saudi menetapkan visa umrah berlaku selama 10, 20, dan 30 hari. Masa tinggal jamaah di Arab sesuai dengan masa berlaku visa tersebut.

Dengan begitu, PPIU wajib memastikan masa tinggal jamaah di Arab Saudi sesuai dengan masa berlaku visa. Jamaah umrah sebagai pemegang visa harus segera keluar Arab Saudi sebelum masa berlaku habis.

PPIU juga wajib menyampaikan rencana perjalanan umrah kepada Menteri secara tertulis sebelum keberangkatan, melapor kepada Perwakilan Republik Indonesia di Arab Saudi pada saat datang di Arab Saudi dan pada saat akan kembali ke Indonesia. PPIU harus membuat laporan kepada Menteri paling lambat 10 hari setelah tiba kembali di tanah air.

Dalam Peraturan Menteri Agama (PMA) No.8 Tahun 2018 Pasal 18, diterangkan bahwa PPIU bertanggung jawab terhadap perawatan dan pemulangan jamaah yang dirawat inap di Arab Saudi dan negara transit.

Sedangkan dalam Pasal 25 PMA tersebut, ditetapkan bahwa PPIU dilarang menelantarkan jamaah umrah yang mengakibatkan jamaah umrah gagal berangkat ke Arab Saudi, melanggar masa berlaku visa, atau terancam keamanan dan keselamatannya.

Dalam Pasal 119 UU No.8 Tahun 2019 juga tertulis bahwa PPIU dilarang melakukan perbuatan yang menyebabkan kegagalan keberangkatan, penelantaran, atau kegagalan kepulangan jamaah umrah.

Ketentuan Pidana

Dijelaskan di Pasal 126 UU No.8 Tahun 2019, PPIU yang dengan sengaja menyebabkan kegagalan keberangkatan, penelantaran atau kegagalan kepulangan jamaah umrah, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 119 dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 tahun atau pidana denda paling banyak 10 miliar rupiah.

Apabila Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah tersebut tidak memberikan pelayanan kepada jamaah umrah untuk keberangkatan, padahal telah terdapat perjanjian tertulis yang disepakati, maka langkah hukum yang dapat dilakukan oleh calon jamaah umrah yang dirugikan adalah dengan melaporkannya ke pihak yang berwenang.

Pada Pasal 111 UU No.8 Tahun 2019 juga menjelaskan bahwa masyarakat dapat melaporkan dan mengadukan pelanggaran pelaksanaan ibadah umrah kepada Menteri atau pejabat yang ditunjuk. Tata cara pelaporan, pengaduan, dan penindaklanjutan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Jika mengandung unsur tindak pidana, maka kepolisian maupun pejabat penyidik PNS di lingkungan Kementerian Agama dapat melakukan penyidikan. Hal tersebut sesuai dengan yang diterangkan dalam Pasal 112 ayat 1 UU No.8 Tahun 2019.

Pengembalian Biaya Perjalanan Ibadah Umrah

Pada Peraturan Menteri Agama No. 8 Tahun 2018 dalam Bab IV tentang Pendaftaran dan Pembatalan, di Pasal 11 diterangkan bahwa pendaftaran jamaah dilakukan calon jamaah yang bersangkutan pada PPIU sesuai dengan format pendaftaran dan perjanjian yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal. Isi perjanjian tersebut paling sedikit memuat hak dan kewajiban kedua belah pihak.

Biro perjalanan umrah tersebut wajib menjelaskan isi perjanjian kepada calon jamaah sebelum ditandatangani kedua belah pihak. PPIU wajib memberikan informasi mengenai paket umrah kepada calon jamaah. Selain itu, juga wajib memberikan dokumen perjanjian kepada jamaah segera setelah ditandatangani kedua belah pihak.

PPIU harus melaporkan jamaah yang telah terdaftar kepada Direktorat Jenderal melalui sistem pelaporan elektronik. PPIU wajib melaporkan Penyelenggaraan Perjalanan Ibadah Umrah yang meliputi rencana perjalanan umrah, pemberangkatan, pemualangan, dan permasalahan khusus.

Laporan rencana perjalanan umrah tersebut dilakukan paling lambat 1×24 jam sebelum jamaah berangkat dari tanah air. Laporan pemberangkatan dilakukan paling lambat 1×24 jam setelah jamaah berangkat dari bandara pemberangkatan Intermasional. Sedangkan laporan kepulangan dilakukan paling lambat 1×24 jam setelah jamaah tiba di tanah air.

Perlu diingat, PPIU wajib memberangkatkan jamaah paling lambat 6 bulan setelah pendaftaran. Pihak PPIU hanya menerima pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Umrah (BPIU) paling lama 3 bulan sebelum waktu/tanggal keberangkatan.

Di Pasal 11 ayat 10 dijelaskan bahwa apabila dalam hal jamaah yang telah terdaftar tersebut membatalkan keberangkatan, PPIU wajib mengembalikan BPIU setelah dikurangi biaya yang telah dikeluarkan sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati.

Penanganan Pengaduan Jamaah

Jamaah dapat mengadukan pelaksanaan Penyelenggaraan Perjalanan Ibadah Umrah kepada perwakilan pemerintah RI di luar negeri, PPIU, dan/atau Kementerian Agama. Untuk menerima pengaduan tersebut, PPIU wajib menyediakan sarana penyampaian , memiliki mekanisme penanganan, membuat berita acara penanganan pengaduan jamaah. Pengaduan dari jamaah dapat disampaikan kepada Direktorat Jenderal, Kantor Wilayah, Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota.

Pengenaan Sanksi Administratif

Pada Peraturan Menteri Agama No.8 Tahun 2018, Bab XI tentang Tata Cara Pengenaan Sanksi Administratif, Pasal 41 ayat 1, diterangkan bahwa PPIU yang melanggar ketentuan tertentu dapat dikenakan sanksi peringatan tertulis.

PPIU yang melakukan pengulangan pelanggaran sebagaimana dimaksud pada Pasal 41 ayat 1 tersebut dapat dikenakan sanksi pembekuan izin penyelenggaraan paling lama 2 tahun.

PPIU yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 (tentang masa tinggal jamaah) dan Pasal 25 (tentang larangan penelantaran jamaah) dikenakan sanksi pencabutan izin penyelenggaraan.

Di Pasal 41 ayat 7 dijelaskan bahwa dalam hal dikenakan sanksi pembekuan atau pencabutan, PPIU wajib mengembalikan BPIU kepada jamaah.

Itulah sejumlah ulasan yang berkaitan dengan tanggung jawab hukum biro perjalanan umrah terhadap jamaah. Biro perjalanan umrah yang ‘nakal’ dan secara sengaja tidak melaksanakan kewajibannya berkaitan dengan pelindungan hukum, dapat dikenai sanksi sesuai aturan yang berlaku.

Demikian artikel mengenai tips bagaimana memilih travel umroh agar bapak ibu sebagai jamaah bisa mendapatkan fasilitas , pelayanan, dan bimbingan yang baik selama perjalanan ibadah umroh.

Apakah Artikel Ini Membantu?

Rate Sekarang Guna Meningkatkan Kualitas Artikel

Average rating 4.9 / 5. Vote count: 11

No votes so far! Be the first to rate this post.

5/5 (2 Reviews)

38 komentar untuk “7 Tips Memilih Rekomendasi Travel Umroh Terbaik”

Tinggalkan Balasan ke Wan Aziz Wan Afif Batalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Right Menu Icon