Jamaah Haji dan Umroh Perlu Mewaspadai Virus Corona Mers

DaftarHajiUmroh - Biaya Umroh Paket Travel Jakarta » Jamaah Haji dan Umroh Perlu Mewaspadai Virus Corona Mers

Jamaah Haji dan Umroh Perlu Mewaspadai Virus Corona Mers

[spacer size=”30″]

Jamaah Haji dan Umroh Perlu Mewaspadai Virus Corona Mers

[spacer size=”30″]

Apa Mers?

Respiratory Syndrome Timur Tengah (mer) adalah penyakit virus pernapasan pertama kali dilaporkan di Arab Saudi pada tahun 2012.

Penyakit ini disebabkan oleh coronavirus yang disebut Mers-COV.

Orang yang memiliki infeksi Mers-COV terkena penyakit akut pernafasan – demam, batuk, dan sesak napas.

Virus ini menyebar dari orang yang terinfeksi kepada orang lain melalui kontak dekat.

[spacer size=”30″]

Para pejabat Arab Saudi menghimbau calon jemaah untuk menjaga kesehatan pribadi sesuai standar, menutup hidung dan mulut dengan tisu ketika bersin, dan memperoleh vaksinasi.

Kementerian Kesehatan Arab Saudi mengingatkan bahwa virus MERS bisa jadi sangat berbahaya bagi wanita hamil, anak-anak, manula, dan mereka yang mengalami penyakit kronis seperti penyakit jantung, ginjal, penyakit pernapasan, dan diabetes.
virus mers jamaah haji

[spacer size=”30″]

Keputusan WHO

[frame][/frame]

“Berdasarkan informasi yang tersedia saat ini, (WHO) Direktur Jenderal (Margaret Chan) menerima penilaian Komite bahwa situasi Mers-COV saat ini serius dan perhatian besar, tetapi tidak merupakan Darurat Kesehatan Masyarakat Internasional kepedulian pada saat ini, “kata WHO dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan di Jenewa.

[spacer size=”30″]

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sudah mendapatkan alarm dari WHO (World Health Organization) terkait peningkatan penyebaran penyakit MERS (sindrom pernafasan Timur Tengah) di Arab Saudi. Invasi penyakit yang disebabkan virus Corona itu, kini merembet dari Jeddah menuju Makkah dan Madinah.

Kementerian Kesehatan Arab Saudi akhir pekan lalu melaporkan ada lima pasien MERS meninggal dunia. Dengan perkembangan ini, maka MERS sudah terdeteksi menyebar mulai dari Riyadh, Jeddah, hingga Makkah dan Madinah.

Sejak September 2012 lalu, 92 orang telah meninggal akibat MERS di Arab Saudi. Selain itu ada 313 orang yang dirawat.

[spacer size=”30″]

Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kemenkes Tjandra Yoga Aditama menjelaskan, warning dari WHO itu sampai keluar karena ada lima faktor penting.

[spacer size=”30”]

Faktor pertama adalah, MERS yang awalnya dilaporkan hanya di Jeddah (kota transit haji dan umrah), kini juga dilaporkan ada kasus di Makkah dan Madinah. Dua kota ini merupakan titik utama pelaksanaan ibadah umrah dan haji.

“Untuk Indonesia, peringatan dari WHO itu menjadi amat penting. Karena semua adalah kota yang dikunjungi jamaah umrah,” jelas dia kemarin.

[spacer size=”30″]

Faktor kedua adalah kasus penularan MERS pada petugas kesehatan rumah sakit terus terjadi dari pasien yang sedang dirawat. Dari kecenderungan ini, sekarang perlu dilakukan pengamatan penting tentang pola penularan antarmanusia.
[spacer size=”30″]
Faktor ketiga adalah dilaporkannya kasus jamaah umrah warga negara Turki yang baru datang dari Arab Saudi. Kasus ini menjadi perhatian, karena sebelumnya penyakit MERS hanya diderita masyarakat umum atau pengunjung yang bukan jamaah umrah.
[spacer size=”30″]
Faktor keempat adalah, laporan untuk penularan di kawasan Asia Tenggara bertambah. Sebelumnya dilaporkan ada warga negara Malaysia yang terjangkit virus itu. Tjandra mendapatkan informasi saat ini juga ada warga Filipina yang suspect MERS. “Ini artinya kasus di Asia Tenggara bertambah,” kata Tjandra.

Negara lain yang baru-baru ini melaporkan kasus MERS antara lain Jordania, Yunani, serta Prancis. Dengan semakin banyaknya negara yang mendapati kasus MERS itu, maka kewaspadaan terjadinya pandemic MERS di dunia menjadi perhatian WHO.
[spacer size=”30″]
Faktor kelima adalah, peningkatan signifikan kasus MERS di kawasan Uni Emirat Arab (UEA). Tjandra mengatakan pemerintah waspada karena di kawasan UEA dan Arab Saudi banyak WNI yang bekerja. Tidak menutup peluang para WNI itu bisa membawa penyakit MERS ke Indonesia.
[spacer size=”30″]
Terkait peningkatan status penyebaran penyakit MERS ini, Ditjen P2PL Kemenkes telah menerbitkan edaran dan penyuluhan agar jamaah umrah selalu menjalankan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Selain itu mereka juga dihimbau segera berobat jika ada keluhan demam dan gangguan pernafasan. “Baik ketika masih ada di Arab Saudi maupun dalam kurun waktu 2 minggu setelah kembali ke tanah air,” terang Tjandra.
[spacer size=”30″]
Tindakan berikutnya adalah telah dilayangkan edaran kewaspadaan kepada seluruh Sistem Informasi Manajemen (SIM) Kesehatan Pelabuhan di seluruh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) di penjuru Indonesia. Kemenkes juga terus berkoordinasi dengan dinkes provinsi, rumah sakit rujukan, dan asosiasi perjalanan umrah.
[spacer size=”30″]
Selain itu Tjandra mengatakan ia telah berkoordinasi dengan Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama (Kemanag) dan Ditjen kawasan Timur Tengah Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) untuk mencari tindakan tepat.

[spacer size=”30″]

Meskipun begitu belum ada travel warning untuk bepergian ke Arab Saudi. Saat ini Kemenlu sebatas menyebarkan himbauan kepada WNI terkait merebaknya MERS di kawasan Arab Saudi.

 

Gejala MERS-CoV:
1. Demam
2. Sakit dada
3. Napas pendek
4. Lemah
5. Batuk dan bersin
6. Diare (tidak ditemukan di semua kasus)
7. Gagal ginjal
8. Pneumonia
Orang-orang yang mudah terinfeksi virus mematikan ini adalah mereka yang kekebalan tubuhnya rendah, seperti orang yang sedang sakit, lansia, anak kecil, orang yang sedang kelelahan, dalam perjalanan, dan makan tidak teratur.

[spacer size=”30″]

Pencegahan

Berikut tujuh saran dari Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Kementerian Kesehatan RI, Prof Tjandra Yoga Aditama, Selasa (29/4/2014) untuk Anda yang akan pergi umroh atau pergi ke Jazirah Arab.

1. Selalu lakukan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) seperti konsumsi makanan bergizi, istirahat cukup dll). Ini penting karena penyakit terjadi karena ketidaakseimbangan antara host, agent, environment

2. ‎Rajin dan seringlah Cuci Tangan Pakai Sabuh (CTPS), yang secara ilmiah sudah terbukti dapat mencegah penularan penyakit.

3. Sedapat mungkin gunakan masker bila sedang dalam kerumunan orang.

4. Bila memang punya penyakit kronik (DM, penyakit jantung paru kronik, gangguan ginjal atau penyakit kronik lain), maka cek lah ke dokter anda sebelum bepergian ke jazirah Arab,dan gunakan obat rutinnya secara teratur.

5. Kalau selama di Arab ada keluhan batuk, demam dll (sesak) yang cepat (dalam 1-2 hari) memburuk, maka segera konsultasi pada petugas kesehatan.

6. Bila dalam kurun waktu 14 ‎hari sampai di tanah air mengalami keluhan2 batuk, demam dll (sesak) yang cepat (dalam 1-2 hari) memburuk, maka segera konsultasi pada petugas kesehatan, dan beritahu petugas kesehatan bahwa anda baru kembali dari Arab.

7. Karena situasi penyakit MERS CoV ini m‎ungkin saja berubah dari hari ke hari, maka kalau memang ada rencana Umroh atau bepergian ke jazirah Arab maka selalu ikuti berita akurat mutakhir tentang perkembangan MERS CoV ini.

 

 

DMCA.com Protection Status

Umroh November 2017 - April 2018 harga start 22,1 Jt

Informasi Pendaftaran Umroh Alhijaz

Mbak Farida : 08222 05 22225

(Simpati / WhattsApp)

By | 2014-04-30T14:59:00+00:00 April 28th, 2014|Informasi Umroh|3 Comments

About the Author:

Mbak Farida
Mbak Farida saat ini bekerja sebagai marketing di Travel Alhijaz, yang bertugas melayani informasi dan pendaftaran umroh . Alhamdulillah beberapa kali Farida menjadi Tour Leader untuk keberangkatan umroh. Daftarhajiumroh.com dibangun sebagai edukasi bagi jamaah Indonesia yang akan berangkat haji dan umroh. Semoga bermanfaat

3 Comments

Leave A Comment