Wukuf Di Arofah 2015 : Pengertian, Tanggal, Kesalahan, Dan Doa

DaftarHajiUmroh - Biaya Umroh Paket Travel Jakarta » Wukuf Di Arofah 2015 : Pengertian, Tanggal, Kesalahan, Dan Doa

Wukuf Di Arofah 2015 : Pengertian, Tanggal, Kesalahan, Dan Doa

[heading size=”20″]Wukuf Di Arafah 2015[/heading]

 

arofah

Pemerintah Kerajaan Arab Saudi telah menetapkan pelaksanaan

Wukuf di Arafah 2015 jatuh pada hari Rabu, 23 September, dan

Hari Raya Idul Adha jatuh pada Kamis, 24 September 2015.

Keputusan ini diambil setelah lembaga pemantau hilal Kerajaan melakukan pengamatan terhadap peredaran bulan.

 

Pada 9 Dzulhijjah atau 23 September 2015, kegiatan wukuf di Padang Arafah, akan ada khotbah untuk jamaah haji Indonesia akan disampaikan anggota Amirul Hajj yang juga anggota Dewan Syuro PBNU Masdar Farid Masudi.

Jemaah calon haji Indonesia akan bergerak ke Arafah pada tanggal 8 Dzulhijjah atau 22 September pagi hari hingga malam hari. Oleh karena itu, jamaah juga diminta mempersiapkan diri.

Jangan lupa membawa persiapan ibadah, seperti sajadah, Al-Quran, dan tasbih, karena di sana harus banyak zikir. Kemudian bawa buku manasik, karena di sana ada rangkaian doa yang harus dibaca, dan manfaatkanlah nanti betul-betul untuk berdoa

 

[heading size=”20″]Pengertian[/heading]

Makna wukuf adalah berhenti, diam tanpa bergerak. Makna istilahnya ialah berkumpulnya semua jamaah haji di padang Arafah pada tanggal  9 Dzulhijjah, hari itu adalah puncaknya ibadah haji dan wukuf adalah sebesar-besarnya rukun haji. Seperti dinyatakan oleh Rasulullah :

 

Alhajju ‘Arafah ”. “Haji adalah  (wukuf) di Arafah.” (HR. Bukhari dan Muslim).

 

Wukuf di Arafah merupakan miniatur Padang Mahsyar, di mana seluruh umat manusia akan dibangkitkan kembali dari kematian di yaumil akhir nanti. Setelah dibangkitkan kembali, manusia dihimpun pada suatu tempat yang disebut Padang Mahsyar, guna mempertanggungjawabkan semua amal perbuatan semasa hidup di dunia ini.

Wukuf adalah suatu contoh sebagai peringatan kepada manusia tentang kebenaran Illahi. Status hukum Wukuf di Arafah adalah Rukun Haji, yang kalau ditinggalkan maka Hajinya tidak sah.

 [spacer size=”30″]

Kementerian Haji Arab Saudi memperkirakan jumlah jamaah haji tahun 1436 H/ 2015 M sebanyak 1.355.000 jamaah mancanegara dan 48.000 jamaah domestik. Jamaah akan melaksanakan wukuf di padang Arafah. Di padang yang gersang dan panas itu jamaah dari beragam negara akan berdiam diri untuk bersama-sama larut dalam zikir dan doa.

gambar-arafah-dari-udara wukuf-arofah

wukuf arofah (2)

 

[heading size=”20″] Wukuf Tanggal 9 Zulhijah[/heading]

Pada hari wukuf tanggal 9 Zulhijah yaitu ketika matahari sudah tergelincir atau bergeser dari tengah hari, (pukul 12 siang) hitungan wukuf sudah dimulai. Yang pertama dilakukan adalah shalat Zuhur dan Ashar yang dilakukan secara JamakTaqdim, yakni shalat Ashar dilakukan bersama shalat Zuhur pada waktu Zuhur dengan 1X azan dan 2X iqamat.

 

Setelah shalat Zuhur dan Ashar, disunatkan seorang imam untuk mulai berkhutbah untuk memberikan bimbingan wukuf, penerangan, seruan-seruan ibadah dan panjatan do’a kepada Allah SWT.

Disunatkan supaya menghadap Qiblat dan memperbanyak membaca do’a, zikir dan membaca Al-Qur’an.

 

 

Hari Arafah memang salah satu hari istimewa, karena pada hari itu Allah membanggakan para hamba-Nya yang sedang berkumpul di Arafah di hadapan para malaikat-Nya.

 

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللَّهُ فِيهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ وَإِنَّهُ لَيَدْنُو ثُمَّ يُبَاهِي بِهِمُ الْمَلَائِكَةَ فَيَقُولُ مَا أَرَادَ هَؤُلَاءِ

Tidak ada satu hari yang lebih banyak Allah memerdekakan hamba dari neraka pada hari itu daripada hari Arafah. Dan sesungguhnya Allah mendekat, kemudian Dia membanggakan mereka (para hamba-Nya yang sedang berkumpul di Arafah) kepada para malaikat. Dia berfirman, ‘Apa yang dikehendaki oleh mereka ini?‘” (HR. Muslim, no. 1348; dan lainnya dari ‘Aisyah).

 

Oleh karena itulah, tidak aneh jika kaum muslimin yang tidak wukuf di Arafah disyariatkan berpuasa satu hari Arafah ini dengan janji keutamaan yang sangat besar.

 

 

[heading size=”20″]4 Amalan saat Wukuf di Arofah:[/heading]

  1. Menyiapkan hati kita sebaik mungkin dan membaca talbiyah selama menunggu prosesi wukuf.
  2. Melaksanakan shalat Dhuhur dan Ashar (jama’ qashar taqdim). Dilaksanakan berjamaah.
  3. Mendengarkan khutbah ‘Arafah. Khutbah biasanya berkaitan dengan makna wukuf, mengenal Allah, amanat Rosul saat khutbah wada, atau sisi-sisi keagamaan lainnya yang mengarahkan pada kemantapan do’a dan dzikrullah.
  4. Berdzikir, berdoa, dan membaca Quran. Rasulullah SAW bersabda “Sebaik-baik doa adalah doa di hari Arafah dan sebaik-baik doa yang dibaca olehku dan para nabi sebelumku adalah ‘laa ilaha illallahu wahdahu laa syariikalahu lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai-in qadiir” (HR Turmudzi).
[spacer size=”30″]
[youtube url=”http://www.youtube.com/watch?v=BOHWuv0atsE”]
[spacer size=”40″]
[heading size=”20″]Kesalahan Kesalahan Wukuf Di Arofah[/heading]

Di antara kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan oleh jamaah haji ketika melakukan wukuf di Arafah adalah:

1. Wukuf di luar wilayah Arafah

2. Keluar dari Arafah sebelum matahari terbenam

3. Menyibukkan diri dengan berbelanja dan berjalan-jalan

4. Menghabiskan waktu untuk mendaki Jabal Rahmah dan menuliskan prasasti

5. Berdo’a menghadap Jabal Rahmah dan membelakangi kiblat

6. Tidur dan tidak mengoptimalkan berdo’a dan berdzikir

7. Menyibukkan diri ber-nasis ria dengan berfoto-foto di Arafah

[spacer size=”30″]

Kesalahan wukuf di luar wilayah Arafah dan keluar dari Arafah sebelum matahari terbenam bisa menyebabkan hajinya tidak sah. Oleh karenanya, hendaklah kita menghindari kesalahan-kesalahan tersebut dan lebih memfokuskan diri untuk berdo’a, berdzikir dan membaca Al-Qur’an selama wukuf di Arafah. Jangan sia-siakan keutamaan Arafah yang sangat di muliakan dan banggakan oleh Allah dan Rasul-Nya, seperti hadist berikut:

Tidak ada hari di mana Allah memerdekakan hamba-hamba-Nya dari neraka selain hari Arafah. Allah sesungguhnya mendekati mereka dan membanggakan mereka kepada para malaikat seraya berkata; Apa saja yang mereka impikan akan Aku kabulkan.” (HR. At- Tirmidzi)

[spacer size=”30″]

[heading size=”20″]Doa Wukuf Di Arofah[/heading]

Ingat, do’a pada hari Arafah dan bertempat di Arafah adalah do’a paling afdhol seperti kutipan hadist berikut:

“Doa terbaik adalah doa di hari Arafah. Dan ucapan terbaik yang Saya dan para nabi sebelumku pernah ucapkan adalah, “LAA ILAHA ILLALLAHU WAHDAHU LAA SYARIKA LAHU, LAHUL MULKU WA LAHUL HAMDU WA HUWA ‘ALA KULLI SYAY`IN QADIR “(HR. At-Tirmidzi).

[spacer size=”30″]

[document url=”https://www.daftarhajiumroh.com/wp-content/uploads/2013/10/Doa-Wukuf-Di-Arofah.doc”]
[spacer size=”50″]
[heading size=”20″]FAQ WUKUF[/heading]
[spacer]
  • Kapankah waktu wukuf dan berapa lama melakukannya?
    Waktu wukuf mulai dari tergelincir matahari tanggal 9 Zulhijjah sampai dengan terbit fajar tanggal 10 Zulhijjah. Wukuf dinilai sah walaupun dilaksanakan hanya sesaat selama dalam rentang waktu tersebut, tetapi diutamakan mendapatkan sebagian waktu siang dan waktu malam.

 

  • Apakah yang dilakukan jamaah haji pada masa wukuf tanggal 8 s/d 9 zulhijah ?
    Pada tanggal 8 Zulhijah jamaah haji berpakaian ihram (niat) haji bagi yang berhaji tamattu’ dipemondokkan masing-masing, sedangkan bagi yang berhaji ifrad dan qiran tidak niat haji lagi karena masih dalam keadaan ihram sejak dari miqat saat tiba, setelah itu berangkat ke Arafah.
    Pada tanggal 9 Zulhijah bagi jamaah haji yang telah berada dalam kemah masing – masing menanti saat wukuf (ba’da zawal) sambil berdzikir dan ber do’a.

 

  • Apakah yang harus dilakukan ketika jamaah haji sedang wukuf?
    Jamaah haji yang sedang melakukan wukuf dianjurkan untuk membaca do’a-do’a serta memperbanyak membaca Al-Quran, istifar, tahlil, zikir, dll.

 

  • Apakah membaca do’a-do’a tersebut dilakukan sendiri-sendiri?
    Boleh membaca do’a sendiri-sendiri atau bersama-sama.

 

  • Apakah jamaah haji yang melakukan wukuf disyaratkan suci dari hadas besar atau kecil?
    Jamaah haji yang melakukan wukuf tidak disyaratkan suci dari hadas besar atau kecil. Dengan demikian, wukuf jamaah haji yang sedang haid, nifas, junub dan hadas kecil tetap sah.

 

  • Apakah wukuf itu harus di luar tenda?
    Wukuf tidak harus di luar tenda.

 

  • Bagaimana pelaksanaan ibadah haji bagi jamaah yang tidak sadar/koma dan tidak bisa diwukufkan?
    Jika dia sudah wukuf selama beberapa saat dan kemudian pingsan, hajinya tetap dianggap sempurna.Tapi, jika dia pingsan sebelum mengerjakan wukuf dan kemudian tetap mengerjakan wukuf dalam keadaan pingsan, kalangan fukaha berbeda pendapat dalam melihat hukum wukufnya.Sebagian dari mereka berpendapat bahwa wukufnya orang yang pingsan tidak dianggap sah. Dari sini, hajinya juga tidak sempurna. Pendapat ini dikemukakan oleh Syafi‘i, Ahmad, Ishaq, dan Abu Tsawr.Namun, sebagian fukaha yang lain berpandangan bahwa jika dilakukan sesudah tengah hari Arafah, maka wukufnya orang yang pingsan tetap dianggap sah dan hajinya telah sempurna. Pandangan berbeda ini dikatakan oleh Malik, Abu Hanifah, dan Atha.

 

  • Apakah jamaah haji yang sakit dan sadar yang dirawat di Arab Saudi diwukufkan ?
    Pihak Rumah Sakit Arab Saudi tetap mewukufkan pasien-pasien yang sadar dan bisa dibawa ke Arafah dengan menggunakan ambulance, sebagaimana safari wukuf (Perwukufan haji yang sakit) oleh pemerintah Indonesia.
DMCA.com Protection Status

Umroh November 2017 - April 2018 harga start 22,1 Jt

Informasi Pendaftaran Umroh Alhijaz

Mbak Farida : 08222 05 22225

(Simpati / WhattsApp)

By | 2015-09-21T21:39:10+00:00 September 19th, 2015|Manasik Umroh Haji|18 Comments

About the Author:

Mbak Farida
Mbak Farida saat ini bekerja sebagai marketing di Travel Alhijaz, yang bertugas melayani informasi dan pendaftaran umroh . Alhamdulillah beberapa kali Farida menjadi Tour Leader untuk keberangkatan umroh. Daftarhajiumroh.com dibangun sebagai edukasi bagi jamaah Indonesia yang akan berangkat haji dan umroh. Semoga bermanfaat

18 Comments

Leave A Comment